Nilai Dasar Ekonomi Islam

Nilai Dasar Ekonomi Islam
 
Pengertian Ekonomi Islam

¨Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Kuno (Greek) yaitu oicos dan nomos yang berarti rumah dan aturan (mengatur urusan rumah tangga).

¨Ekonomi dalam istilah konvensional berarti aturan-aturan untuk menyelenggarakan kebutuhan hidup manusia dalam rumah tangga rakyat (volkhuishouding) maupun dalam rumah tangga negara (staatshuishouding).

Pembahasan Ekonomi mencakup 3 hal

1.Ekonomi sebagai usaha hidup dan pencaharian manusia (economical life);
2.Ekonomi dalam rencana suatu pemerintahan (political economy);
3.Ekonomi dalam teori dan pengetahuan (economical science).

Hakikat dan Dasar Ekonomi Islam

¨Nejatullah Siddiqi: Asumsi dasar/norma pokok dalam proses maupun interaksi kegiatan ekonomi adalah syariat Islam yang diberlakukan secara menyeluruh (kaffah) baik terhadap individu, keluarga, masyarakat, pengusaha, atau pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidup baik untuk keperluan jasmani maupun rohani.

¨Prinsip ekonomi Islam adalah penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam (mencari keberuntungan di dunia dan akhirat oleh manusia selaku khalifah Allah dengan jalan beribadah dalam arti yang luas/ibadah ghayr mahdhah).

Hadits Tentang Nilai Dasar Ekonomi Islam

¨Dari Abi Sa’id al-Khudzri ra katanya, Rasulullah SAW bersabda, “Pedagang yang terpercaya, jujur akan bersama dengan para Nabi, para shiddiqin, dan syuhada”. (HR. Al-Tirmidzi)

Nilai Dasar Ekonomi pada hadits tersebut

1.Kejujuran, dengan kejujuran manusia akan saling mempercayai dan terhindar dari penipuan.
2.Amanah
3.Ketuhanan, tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah untuk beribadah kepada-Nya.
4.Kenabian, ada beberapa model perilaku ekonomi yang dicontohkan Nabi misalnya cara menjual barang yang benar, melakukan gadai dsb.
5.Pertanggungjawaban

Nilai-nilai Dasar dalam Ekonomi Islam

1.Ketuhanan (keimanan/tauhid), yaitu pada konsep kepemilikan (ownership) dan keseimbangan (equilibrium). Konsep kepemilikan terletak pada pemanfaatannya bukan menguasai secara mutlak terhadap sumber-sumber ekonomi, berbeda dengan konsep kapitalis di mana terdapat kepemilikan mutlak individu terhadap sumber ekonomi.

2.Kenabian (nubuwwah), yaitu shiddiq (benar dan jujur), amanah, fathanah (cerdas), tabligh (menyampaikan: komunikatif, supel, mampu menjual secara cerdas, mampu mendeskripsikan tugas, mendelegasi wewenang, berkoordinasi dll).

3.Pemerintahan (khalifah); sholat, zakat, amar ma’ruf nahi munkar.

4.Keadilan (‘adl); tidak menzalimi dan tidak pula dizalimi (la tazhlimun wala tuzhlamun).

5.Pertanggungjawaban; segala perbuatan manusia, apapun motifnya akan mendapat balasan.

0 komentar:

Post a Comment