Permintaan dan Penawaran dalam islam

Permintaan dan Penawaran dalam islam

Teori Permintaan Dalam Islam

Permintaan adalah banyaknya jumlah barang  yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

Hukum permintaan

Bila harga suatu barang naik, maka permintaan barang tersebut akan turun. Sebaliknya bila harga suatu barang turun maka permintaan akan naik.

Hukum (sunatullah ) permintaan tersebut berlaku, jika asumsi-asumsi yang dibutuhkan terpenuhi, yaitu : Faktor-faktor lain diluar harga barang dianggap tetap (cateris paribus)

Faktor yang mempengaruhi Permintaan

Pendapatan. Semakin tinggin pendapatan seseorang, permintaan terhadap suatu barang  akan meningkat, walaupun harga barang tersebut tidak berubah.

Harga barang-barang lain yang terkait. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah harga barang-barang lain yang terkait dengan barang yang sedang dianalisis.

Selera

Teori Permintaan Islam
  
Al-Qur’an menyebut ekonomi dengan istilah iqtishad (penghematan, ekonomi), yang secara literal berarti ‘pertengahan’ atau ‘moderat’. Seorang muslim tidak boleh melakukan pemborosan (lihat al-Israa ayat 26-27). Seorang muslim diminta untuk mengambil sebuah sikap moderat dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya. Dan tidak boleh Israf (royal, berlebih-lebihan), tetapi juga dilarang pelit (bukhl).

Teori Penawaran

Penawaran adalah banyaknya barang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produsen dalam menawarkan produknya adalah :

Harga barang itu sendiri
Harga barang-barang lain
Ongkos dan biaya produksi
Tujuan produksi dari perusahaan
Teknologi yang digunakan

Hukum Penawaran

Perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun.

Biaya Total dan biaya marginal

AVERAGE COST
MARGINAL COST

Harga keseimbangan dalam islam

harga keseimbangan sangat menentukan keseimbangan perekonomian, sehingga hal ini pun sudah dibahas dalam ekonomika islam. Dalam konsep ekonomi islam, yang paling prinsip adalah harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran.

Keseimbangan ini terjadi apabila antara penjual dan pembeli bersikap saling merelakan (ba’ina antarodhim minkum). Kerelaan ini ditentukan oleh penjual dan pembeli dalam mempertahankan kepentingannya atas barang tersebut. Jadi, hargaditentukan oleh kemampuan penjual untuk menyediakan barang yang ditawarkan pada pembeli, dan kemampuan pembeli untuk mendapatkan harga tersebut dari penjual.

ekonomi islam terbentuknya harga keseimbangan pasar (equilibrium price) mempertimbangkan beberapa hal :

Bentuk pasar dalam ekonomi islam yang sempurna adalah pasar persaingan sempurna.

Dilarang melakukan ikhtar.

Ibnu Taimiyah mencatat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap penawaran dan permintaan dalam harga :

Keinginan masyarakat berbeda-beda.
Perubahan jumlah barang tergantung jumlah permintaan.
Harga dipengaruhi oleh bentuk pembayaran ( uang ) yang digunakan dalam jual beli.
Disebabkan oleh tujuan dari kontrak adanya timbal balik pemilikan oleh kedua pihak.
Dalam keadaan tertentu penentuan harga oleh yang berwenang bisa dijalankan.

Pemikiran ibnu khaldun tentang permintaan dan penawaran

Ibn Khaldun menguraikan suatu teori yang menunjukkan interaksi antara permintaan dan penawaran. Permintaan menciptakan penawarannya sendiri yang pada gilirannya menciptakan permintaan yang bertambah. Selanjutnya, ia berusaha memperlihatkan proses perkembangan yang kumulatif yang di sebabkan oleh infrastrukstur intelektual suatu Negara.

Dengan demikian, Ibn Khaldun menguraikan sebuah teori ekonomi tentang pembangunan yang berdasarkan atas interaksi permintaan dan penawaran, serta lebih jauh, tentang pemanfaatan dan pembentukan modal manusia. Landasan pemikiran dari teori ini adalah pembagian internasional dan sosial yang berakibat pada suatu proses kumulatif yang menjadikan negeri-negeri yang kaya semakin kaya dan menjadikan yang miskin lebih miskin lagi.


0 komentar:

Post a Comment