Ayat Ekonomi tentang Kerja QS. al-Qashash (28) : 73 dan Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

Ayat Ekonomi tentang Kerja
(Kerja dan Kesempatan)
QS. al-Qashash (28) : 73




Terjemah
Dan Karena rahmat-Nya, dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Tafsir Ayat


{قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلا تَسْمَعُونَ (71) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلا تُبْصِرُونَ (72) وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73) }

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Allah Swt. menyebutkan karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui apa yang Dia tundukkan bagi mereka, yaitu siang dan malam hari yang tiada kelayakan hidup bagi mereka tanpa keduanya. Dan Allah menjelaskan seandainya Dia menjadikan bagi mereka seluruh waktunya malam hari sampai hari kiamat, tentulah hal tersebut akan membahayakan dan membosankan mereka, serta membuat mereka merasa jenuh terhadap malam hari. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
{مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ}

siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? (Al-Qashash: 71)

yang dengan sinar itu kalian dapat melihat dan tidak merasa takut.
{أَفَلا تَسْمَعُونَ}

Maka apakah kamu tidak mendengar? (Al-Qashash: 71)

Kemudian Allah Swt. menyebutkan bahwa seandainya Dia menjadikan siang hari selama-lamanya sampai hari kiamat, tentulah hal tersebut akan membahayakan mereka, dan tubuh mereka akan kelelahan serta merasa bosan karena banyak bergerak dan menjalani kesibukan. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ}

siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? (Al-Qashash: 72)

Yakni kalian beristirahat dari aktivitas dan kesibukan kalian di malam hari itu.
{أَفَلا تُبْصِرُونَ. وَمِنْ رَحْمَتِهِ} أَيْ: بِكُمْ {جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ}

"Maka apakah kalian tidak memperhatikan?" Dan karena rahmat-Nya (kepada kalian) Dia jadikan untukmu malam dan siang. (Al-Qashash: 72-73)

Artinya, Dia menciptakan siang dan malam hari.
{لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ}

supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. (Al-Qashash: 73)

Yakni pada siang hari dengan melakukan perjalanan, berpergian, dan melakukan aktivitas serta kesibukan. Ungkapan ini menurut istilah ilmu balagah dinamakan Al laf dan nasyr.

Firman Allah Swt.:
{وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al-Qashash: 73)

Yaitu bersyukur kepada Allah dengan melakukan berbagai macam ibadah di malam dan siang hari; dan barang siapa yang meninggalkan sesuatu dari ibadah itu di malam harinya, maka ia dapat mengqadanya di siang hari; atau jika ia meninggalkannya di siang hari, maka dapat mengqadanya di malam hari. Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا}

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Al-Furqan: 62)

Ayat-ayat yang menerangkan hal ini cukup banyak.

Korelasi (hubungan) Ayat dengan Fenomena Ekonomi Kontemporer

Kesempatan memiliki horizon yang lebih luas dari pada sekedar waktu. Kesempatan berkaitan dengan waktu, peluang, musim, dan lain-lain.


Waktu bagi orang beriman adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya. Namun, waktu juga bisa jadi sebab malapetaka jika disia-siakan begitu saja dan tidak dapat dimanfaatkan untuk membina keimanan, mencari ilmu, meningkatkan amal shaleh, menjalankan kehidupan secara Islami dan berbagai aktivitas dakwah lainnya. Oleh sebab itu, Allah sering bersumpah atas nama waktu, seperti: Demi Masa, Demi Waktu Dhuha, Demi Malam dan Demi Siang. Semua ini mengisyaratkan betapa mahalnya nilai waktu itu. Tanpa waktu, mustahil kita dapat hidup di dunia ini.

Yang lebih mengagumkan lagi, Allah ciptakan waktu itu dengan ukuran dan standar perhitungan yang amat mudah, yakni berdasarkan siang dan malam. Dengan adanya siang dan malam itulah kita bisa menjalankan berbagai aktivitas kehidupan dan sekaligus beristirahat. Dengan adanya siang dan malam itulah kita bisa memenej kehidupan ini dengan mudah. Tanpa pergantian siang dan malam, kita akan sangat sulit menata dan memenej berbagai aktivitas kehidupan kita di dunia termasuk kapan kita harus tidur, istirahat, mencari rezki, menuntut ilmu, silaturahmi dan sebagainya. Allah ciptakan siang dan malam sebagai wujud kasih sayang-Nya kepada kita, sebagaimana Dia jelaskan dalam surat Al-Qashash /28 : 71 – 73 :

Katakan (wahai Muhammad)! Bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan bagi kalian malam terus menerus sampai hari kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkan cahaya pada kalian? Mengapa kalian tidak mendengar (ayat-ayat Allah)?(71) Katakan (wahai Muhammad)! Jika Allah jadikan bagi kalian siang terus menerus sampai hari kiamat? Siapakah tuhan yang dapat mendatangkan malam bagi kalian untuk beristirahat padanya? Mengapa kalian tidak memperhatikan (ayat-ayat Allah).(72) dan di antara rahmat-Nya bahwa Dia menjadikan bagi kalian malam dan siang agar kalian dapat beristirahat (pada malam hari) dan mencari karunia (rezki)-Nya (pada siang hari) dan agar kalian bersyukur (73).

Oleh sebab itu, kita harus sangat berhitung dengan waktu. Kita harus pelit dengan waktu dan lebih pelit dari orang yang paling pelit terhadap hartanya. Kita harus benar-benar maksimal menggunakan waktu yang masih ada. Karena kita tidak tau berapa lama lagi jatah waktu kita di dunia ini. Waktu kita di dunia ini akan berakhir saat ajal menjemput kita. Kita tidak mau ketika ajal tiba, kita termasuk orang-orang yang gagal dan merugi. Kita ingin saat kematian datang, kita termasuk orang-orang yang sukses, yakni orang yang mampu menggunakan waktu yang diberikan Allah untuk membina keimanan, menuntut ilmu, khususnya ilmu tentang Islam, mencari rezki yang halal, melakukan berbagai amal shaleh, menjalani kehidupan ini sesuai sistem Allah dan Rasul-Nya serta berdakwah di jalan-Nya.

Kita harus menyadari bahwa waktu kita di dunia ini sangatlah singkat dan terbatas. Kita sesungguhnya sedang dalam suatu perjalanan yang amat panjang (rihlatul khulud) menuju kehidupan yang abadi, yakni kehidupan akhirat. Sedangkan kesuksesan di akhirat kelak sangat ditentukan oleh kesukesan kita di dunia dalam memenej waktu. Gagal memenej waktu saat kita hidup di dunia ini, kita juga akan gagal sepanjang perjalanan kita menuju akhirat, yaitu saat sakratul maut tiba, saat di alam barzakh, saat menghadapi peristiwa kiamat yang sangat dahsyat itu, saat berada di padang mahsyar menunggu keputusan dan ketetapan Allah yang Maha Adil. Kegagalan demi kegagalan itu akan diteruskan dengan kekagagalan yang maha dahsyat berikutnya, yaitu kegagalan akhirat; kegagalan masuk syurga Allah dan bertemu dengan Allah. Akhirnya akan terjerumus ke dalam neraka Allah, wal i‘yazu billah.

Nilai Waktu Uang

Waktu adalah uang, time is money. Anda tentu sudah sering mendengar pepatah ini. Ya, waktu memang berharga. Bahkan, faktor waktu juga bisa mempengaruhi nilai uang yang kita miliki. Karena itulah muncul konsep nilai waktu uang atau time value of money. Setiap investor mesti memahami konsep ini karena ia menjadi salah satu dasar dalam investasi dan manajemen keuangan.
 
Kesimpulan

Daftar Pustaka

0 komentar:

Post a Comment